Budidaya Tebu

Budidaya Tebu

Balittas


Mekanisme fisiologis toleran terhadap cekaman abiotic

Perubahan iklim global dapat menurunkan produktivitas dan rendemen pada tanaman tebu, sehingga harus diantisipasi dengan mengetahui mekanisme fisiologis toleran terhadap cekaman abiotik (Zhao dan Yang-Rui. 2015). Peningkatan konsentrasi CO2 sekitar 10% karena penggunaan bahan bakar dari fossil, industri yang semakin meningkat dan deforestasi yang memberikan konstribusi terhadap fenomena perubahan ikim global (Houghton et al. 2001). Telah diprediksi konsentrasi CO2 dapat mencapai sekitar 550 ppm, peningkatan tersebut dapat menyebabkan fenomena El Nino yang kuat (musim kering yang panjang), atau La Nina (curah hujan yang berkepanjangan). Dengan kondisi tersebut di atas dapat menyebabkan peningkatan suhu bumi antara 2–5,4oC.

Penulis : Fadjry

File selengkapnya mengenai Mekanisme fisiologis toleran terhadap cekaman abiotic dapat di unduh Di sini



Bagikan  

Metabolisme Sukrosa pada Tanaman Tebu

Transportasi hasil fotosintesa (sukrosa) melalui floem (Hatch & Glasziou 1964) menuju sink untuk pertumbuhan, metabolisme respirasi dan disimpan (Hawker 1985). Akumulasi sukrosa pada jaringan parenkim batang sebagai sink terbatas pada kapasitas jaringan parenkim (tergantung pada ukuran dan aktifitas dari sel-sel somatik penyusun sink). Selama tahap maturasi (pendewasaan) pada tebu komersial terjadi penurunan laju fotosintesa pada saat peningkatan penyimpanan sukrosa pada parenkim (McCormick et al. 2006). Penurunan tersebut terjadi karena regulasi dari kapasitas source yang terbatas (fotosintesa) atau dapat pula karena kekurangan nitrogen pada tahap pendewasaan sehingga menyebabkan penurunan laju fotosintesa (Wang et al. 2012). Dengan demikian diperlukan adanya keseimbangan antara “Source” dan “Sink” untuk mendapatkan produktivitas dan rendeman yang tinggi.

Penulis : Fadjry

File selengkapnya mengenai Metabolisme Sukrosa pada Tanaman Tebu dapat di unduh Di sini



Bagikan  

TANAMAN TEBU SEBAGAI TANAMAN C4: METABOLISME SUKROSA DAN STRESS ABIOTIK

Pemerintah telah mencanangkan program swasembada pangan antara lain gula yang berbahan baku tebu. Peningkatan produksi tebu dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan sub optimal yang tersedia cukup luas di Indonesia. Di sisi lain budi daya tebu pada masyarakat petani dinilai masih kurang efisien dan optimal sehingga tingkat produktivitas dan rendemen gula masih rendah, jauh dari pencapaian di negara produsen gula lainnya (Anonimous 2013), Pening-katan produktivitas dan rendemen dapat tercapai dengan menguasai mekanis-me fisiologis terkait pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Mekanisme fisiologis toleran cekaman abiotik seperti toleran kekeringan, peningkatan suhu bumi, lahan masam dan lahan salin yang luas di Indonesia sangat penting dalam menghadapi pemanasan global.

Penulis : Fadjry

File selengkapnya mengenai TANAMAN TEBU SEBAGAI TANAMAN C4: METABOLISME SUKROSA DAN STRESS ABIOTIK dapat di unduh Di sini



Bagikan  
×


Balittas